Kehidupan Berkoruptor
Ide
Hidup selalu mengerjakan sesuatu yang berulang-ulang, dari tk, sd, sltp, slta, sampai ke jenjang perguruan tinggi. Dari kecil hingga sekarang manusia terus berusaha agar ilmu didunia bisa di pelajari, jika lupa ilmu nanti pasti diingatkan sesuai dengan kurikulum yang pemerintah berikan. Ini menyebabkan masyarakat terpola untuk menjadi kebijakan pemerintah secara sadar atau tidak sadar yang tertanam pada pikiran manusianya. Dalam perkembangan antara umur 6thn, 12thn, 15thn, 17thn dan umur 21thn ilmu yang diterapkan selalu membuat manusia menjadi orang yang idealis, terstruktur, dan terprogram, jauh dari pada ini setelah terjun ke masyarakat dan berkeluarga manusia tadi berubah 180 derajat dan ada yang berubah parah mendekati 360 derajat, ini berarti ilmu yang didapat bisa berubah (sebagian besar terjadi).
Kesalahan pertama kali selalu ditimpahkan kepada lingkungan, orang tua, teman, keluarga, setan/iblis atau takdir Tuhan YME. Pada waktu itulah manusia di hadapkan pilihan menuju baik-baik atau baik-buruk. Kriteria yang ada hanya baik dan buruk, namun masyarakat selalu ingin menciptakan kenyamanan sendiri menyesuaikan kebutuhan hidunya.
Konsep
Kehidupan berkoruptor melihat manusia bisa membuat merasa nyaman, aman dan bahagia. Pada dasarnya manusia semua memiliki jiwa yang baik namun dihadapkan masalah tertentu maka dia rela berbuat apa saja walaupun dia tahu jalan yang ditempuh salah. Berkoruptor merupakan bentuk perilaku jiwa mencari kesempatan untuk mendapatkan keinginannya baik secara sendiri maupun bersama-sama, berkoruptor jenis-jenisnya bermacam-macam bentuknya yaitu seperti uang, barang, jasa dll.
Latar belakang
Dengan ruang lingkup yang besar baik daerah yang memiliki sumber daya manusia atau sumber daya alam melimpah tidak mempengaruhi kemakmuran masyarakat begitu juga daerah yang memiliki SDA dan SDM yang sedikit mempengaruhi sifat tidak korup yang menyebabkan kemakmuran.
Tujuan masalah
Dasar pada manusia untuk melepaskan sifat korup bisa ditangani melalui ranah-ranah perbaikan yang masyarakat, pimpinan, kebijakan, kesepakatan menjalankan dengan bentuk pasrah atau sabar. Jika masyarakat kita mengenal kata tersebut akan menciptakan suasana yang makmur. Idealisme yang tertanam pada masyarakat yang pasrah atau sabar bisa memberikan pemahaman yang bersifat kemuliaan dan tidak membeda-bedakan.
Rumusan masalah
Bagaimana cara hidup berkoruptor?
Manfaat
Kita bisa mengenal jelas yang salah dan benar dalam kehidupan, walaupun kita lakukan salah tetapi menurut kita benar adalah memaksakan kehendak (tanda-tanda korup). Jalan terbaik menyelesaikan berkoruptor yang tujuan menuju kebaikan, jika selama ini korup jalan kesalahan kita buat korup menjadi jalan kebenaran dalam arti menyesuaikan situasi dan kondisi ideal yang benar.
Cara-cara berkoruptor
- Umur 0-5thn : Balita
- Umur 5-6thn : TK
- Umur 6-12thn : SD
- Umur 12-15thn : SLTP
- Umur 15-17thn : SLTA
- Umur 17-30thn : Sekolah Tinggi
- Umur 30-50thn : Kerja
- Umur 50-65thn : Pensiun
- Umur 65-….. : Lansia
Solusi
Jika melakukan tindakan baik kecil maupun besar harap meniup angin dari mulut, mengucapkan doa, berfikir benar atau salah, jika salah melihat kegiatan tersebut selama 1menit kemudian lanjutkan perintahnya setelah selesai tugas tersebut mintalah bahwa ini salah, katakan “Jika saya diikut-ikutkan, Saya tidak mau menerima bebannya” kepada lawan berbicara kita. Setelah itu anggaplah pekerjaan yang telah terjadi kita lupakan dan catat kecil-kecil dalam buku saku harian/buku kehidupan.
Kesimpulan
Jika ini salah maka salahkan jika ini benar maka lakukanlah
Buku ini hanya untuk
Ekonom : Berbuat untuk dunia memang penting, tapi sesuai kebutuhan saja
Politikus : Kita merubah atau berkerja untuk cari nama atau menambah dosa
Sosialis : Pentingnya Pragmatis dalam kehidupan tapi sampai kapan
Budayawan : Kebebasan milik satu manusia atau menyimpan peradaban yang busuk
Militer : Apa kekurangan preman yang harus bersenjata lengkap
Berjalan di Jalan Kebenaran :
“Hanya kalangan yang baik dan kontroversi yang mampu mengubah cara pandang keadaaan”
Komentar
Posting Komentar